Jasdibahrun's Blog

Nikmatnya Al-Quran dengan pemahaman

NIKMATNYA MERASAKAN GETARAN AL FATIHAH


NIKMATNYA MERASAKAN GETARAN
AL-FATIHAH
KESADARAN DIRI
“Kesadaran hanya datang dari hati yang bicara”
Seekor elang yang terlahir dalam kawanan ayam. Dari kecil sampai dewasa, di kawanan ayam itu sang elang merasa yakin bahwa dia seekor ayam yang tidak ada bedanya dengan anak-anak ayam. Ia berkokok dan berjalan layaknya seekor ayam. Tidak pernah mengepakkan sayapnya. Suatu hari ia melihat elang terbang tinggi dengan gagahnya, ia hanya bisa ternganga dan berdecak kagum sambil melamun, seandainya ia bisa terbang tinggi seperti itu. Sang elang terus melamun, dan tidak pernah berusaha mengepakkan sayapnya untuk terbang. Sang elang tidak mempunyai kesadaran diri. Ia bercerai dari fithrahnya.
KESADARAN DIRI SANGAT PENTING KARENA IA AKAN MENENTUKAN MOTIF YANG AKAN DIKEMBANGKAN DALAM MELAKUKAN SESUATU

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJI’UN
“Sesungguhnya Kami milik Allah berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya”
Dengan fithrah KeTUHANAN kita datang, dan KITA dalam perjalanan PULANG,saat ini kita sedang mampir di suatu tempat yang bernama DUNIA, untuk mempersiapkan BEKAL perjalanan menuju kampung ABADI, kita harus PULANG dengan membawa KEUNTUNGAN.
Itulah SIAPA kita sesungguhnya. Sudahkah kita mempunyai bekal yang cukup, tindakan apa yang sudah di ambil untuk berbekal ? putuskan segera untuk berbuat sesuatu yang bisa dijadikan bekal.
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Bagaimana kalian bisa ingkar/kufur kepada Allah, padahal dulu kalian amwaatan [mati/tidak/belum ada], maka Dia akan mematikan kalian, kemudian akan menghidupkan kalian kembali, kemudian kepada-Nya kalian akan dikembalikan. [QS. Al-Baqarah: 28]
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُوْالْجَلَالِ وَاْلِاكْرَامِ
Semua yang ada di muka bumi ini binasa, dan yang kekal hanyalah wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. [QS.ar-Rahman: 26-27]
Ayat-ayat di atas menjelaskan siklus perjalanan manusia, dari tidak ada [mati/di alam arwah] kemudian kita berpindah kealam dunia, tempat kita untuk mencari dan mempersiapkan bekal sekaligus menentukan pilihan, seperti apa kelak kita akan di bangkitkan. Kita di bangkitkan sesuai dengan apa yang kita lakukan hari ini. [QS. Al-Ghatsiyah: 1-16]
DENGAN KEADAAN BAGAIMANA KELAK KITA AKAN DI BANGKITKAN ?

KESADARAN AKAN TUHAN, KESAKSIAN SERTA
BALASANNYA TERHADAP PERBUATAN
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَوةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan baik laki-laki maupun perempuan dan dia seorang yang meyakini [iman] maka sungguh benar-benar Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami akan memberikan kepada mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
[QS. An-Nahl 16:97]
“Kalian tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Quran dan Kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya, tidak luput dari pengetahuan Tuhan kalian walaupun seberat zarrah [atom] di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata [lauh mahfuzh]”
[QS. Yunus: 61]

KEYAKINAN DOA DI KABULKAN
Kualitas hidup manusia di tentukan oleh kualitas keyakinannya, maka kemampuan untuk mengolah keyakinan adalah hal yang sangat penting. Satu diantara yang harus betul-betul di yakini adalah, bahwa Allah mengabulkan doa kita. Sadarilah
اُدْعُوْنِىْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ
Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. [QS. Al-Mukmin: 60]
TUHAN MENGABULKAN DOA YANG ADA DI HATI BUKAN YANG TERUCAP DI MULUT

AMBIL TINDAKAN CEPAT SEBELUM TERLAMBAT
Take time to THINK it is the source of power
Take time to READ it is the foundation of wisdom
Take time to QUIT it is the opportunity to seek God
Take time to DREAM it is the Future made of
Take time to PRAY it is the greatest power on the earth

LURUSKAN NIAT SEMATA-MATA MENGHARAP RIDHA ALLAH SWT
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْاِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَّا وَرَسُوْلًا
[Aku ridha Allah Tuhanku, dan Islam Agamaku serta Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasulku]
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً رَسُوْلُ اللهِ
[Aku bersaksi bahwa tidak ada yang patut untuk di sembah/di taati kecuali Allah Swt, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah]

SINGKIRKAN PENGHALANG

اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّىْ لَا اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنِىْ وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِىْ فَاغْفِرْلِىْ فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ
Ya Allah Engkau adalah Tuhanku tiada Tuhan selain Engkau, Engkau menciptakan aku, aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang teguh dengan perjanjian-Mu dan janji-Mu sekuat kemampuanku, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku lakukan, aku mengakui curahan rahmat-Mu kepadaku, aku mengakui pula dosa-dosaku, ampunilah aku tidak ada yang mengampuni dosa kecuali hanya Engkau.

“Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekatinya sehasta, jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku mendekatinya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari”. [diriwayatkan oleh Imam Bukhari]

BANGUN KEKUATAN DENGAN DOA
اَللَّهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالْقُرْاَنِ وَاجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَّرَحْمَةً اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنِىْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ وَعَلِّمْنِىْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِىْ تِلَاوَتَهُ اَنَاءَ الَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Ya Allah, rahmatilah aku [diri] dengan al-Quran [fokuskan fikiran dan hati kepada al-Quran], jadikanlah ia [al-Quran] sebagai Imam [pemimpin/yang menuntun/yang di taati] dan cahaya [yang menerangi pikiran, hati dan kehidupan] dan pedoman/panduan serta rahmar/kasih sayang. Ingatkanlah aku dari apa-apa yang aku lupa dari al-Quran, ajarkanlah aku apa-apa yang aku tidak mengetahui darinya, karuniakan kepadaku bacaannya pada waktu malam dan siang hari, serta jadikanlah ia sebagai hujjah [alasan/bantahan] wahai pemelihara semesta alam.
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِاَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَصِفَاتِكَ الْعُلَى اَنْ تَجْعَلِ الْقُرْاَنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلَاءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ وَغَمِّيْ
Ya Allah aku [sebutkan diri sendiri] bermohon kepada-Mu dengan perantara Asma-Mu yang Indah dan dengan SIFAT-SIFAT-MU yang TINGGI, jadikanlah al-Quran [konsentrasi dan fokuslah] sebagai penyejuk hatiku [arahkan langsung ke diri sendiri dan tetaplah KONSENTRASI], Penerang dadaku [diri], penghilang rasa sedihku [diri] dan penghapus semua gundah gelisahku
Lebih fokus dan ikhlaslah, karena semua itu betul-betul sangat kita butuhkan, RUGI bila tidak dapatkan hal tersebut, kembangkan terus rasa itu, supaya jadi TEKAD
Karena banyaknya keinginan kita dari al-Quran, maka untuk lebih mudah fokus pilihlah salah satu dari keinginan tersebut. Ada baiknya kita mulai dengan RAHMAT [kasih sayang] karena ia adalah PINTU MASUK UTAMA untuk BERINTERAKSI dengan AL-QURAN.
Ya Allah, Rahmatilah aku dengan al-Quran. Ulangilah sesering mungkin doa ini, dan rasakan betapa bahagianya mendapatkan Rahmat. Sekali lagi RASAKANLAH, Kita akan dapatkan apa yang kita rasakan. Syukurilah.

BERSIAPLAH UNTUK MENDAPATKAN RAHMAT LEBIH BANYAK DAN RASAKAN GETARANNYA
ATURAN LATIHAN
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسِانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْاَنَهُ فَاِذَا قَرَئْنَهُ فَاتَّبِعْ قُرْاَنَهُ ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk [membaca] al-Quran karena hendak cepat-cepat menguasainya, sesungghnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya [di dalam dadamu] dan [membuatmu pandai] membacanya, apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu, kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya [agar dapat difahami] [QS.al-Qiyaamah: 16-19]
JANGAN TERBURU-BURU DALAM MEMBACA AL-QURAN, IKHLAS DAN BERSERAH DIRILAH KEPADA ALLAH, NISCAYA DIA AKAN MEMASUKKAN AL-QURAN DAN PEMAHAMANNYA KEDALAM DADA KITA.KARENA DIALAH YANG MENGAJARKAN AL-QURAN, DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, MAKA JADILAH MURID YANG BAIK.
اَلرَّحْمَنُ عَلَّمَ الْقُرْاَنُ
Ar-Rahman [yang Maha Pengasih], Dia telah mengajarkan al-Quran.
[QS.ar-Rahman: 1-2]

PERSIAPAN LATIHAN UNTUK MERASAKAN
GETARAN AL-QURAN
HATI DAN KULIT ADALAH RECEIVER
“Allah Swt telah menurunkan perkataan paling baik yaitu al-Quran yang sama mutu-mutu ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka sewaktu mengingat Allah, inilah petunjuk Allah, dengan kitab ini Dia akan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, [QS. Az-zumar: 23]
Sesuai dengan teori getaran dan fenomena gelombang dua benda akan bergetar bersamaan ketika keduanya mengalami “Resonansi” dengan syarat keduanya memiliki Frekwensi diri yang sama.
Agar bisa merasakan getaran maka kita harus terlebih dahulu menyesuaikan frekwensi dengan al-Quran. Laa yamassuhu illa al-Muthahharuun, tidak menyentuhnya [mushaf dan kandungannya] kecuali orang-orang yang di sucikan. Bersihkanlah hati karena ia receiver yang sangat menentukan, kemudian tune in [menyetelnya] agar “SIAP MENERIMA” gelombang ILAHI MELALUI AL-QURAN.

SYUKUR PENJEMPUT RAHMAT
Alhamdulillah, Engkau bangunkan aku dari kelalaian, untuk mengingat-Mu. Bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu
Alhamdulillah, Engkau izinkan tanganku untuk menyentuh mushaf-Mu, bersihkanlah ia
Alhamdulillah, Engkau lembutkan lisanku untuk membaca Kalam-Mu yang suci, sucikanlah ia
Alhamdulillah, Engkau bukakan pikiranku untuk memahami agungnya firman-mu, cerdaskanlah ia
Alhamdulillah, Engkau bersihkan hatiku untuk menghayati makna wahyu-Mu, sinarilah ia
Alhamdulillah, Engkau karuniakan semua itu karena Rahmat-Mu, maka Rahmatilah aku

KITA MULAI DENGAN MOHON PERLINDUNGAN
واذا قرئت القران فاستعذ بالله من الشيطان الجيم
Apabila engkau akan membaca al-Quran, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk. [QS.an-Nahl; 98]
KITA MOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH, KARENA KITA TIDAK MEMPUNYAI DAYA DAN KEKUATAN. AKUILAH, DAN LEPASKANLAH DIRI DARI KEDUANYA, SELANJUTNYA BIAR DAYA DAN KEKUATAN TUHAN YANG BEKERJA DENGAN CARA DAN MEKANISMENYA SENDIRI.
DARI DOA KITA MENGETAHUI DAN MENYADARI DIRI, BAWALAH KESADARAN INI DALAM KEHIDUPAN.

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

اعوذ
AKU [lihat dengan jujur dan ikhlas diri sendiri] Berlindung/memohon perlindungan. Lari menuju sesuatu [ALLAH SWT] untuk menghindar dari sesuatu yang ditakuti [SYAITHAN YANG TERKUTUK] dengan segala perangkapnya.
بالله BI [dengan, bersama] ALLAH [Al-Hafizh yang Maha Memelihara]
من الشيطان الرجيم Dari Syaithan [kejahatannya, godaannya,sifat-sifatnya] yang TERKUTUK dialah musuh kita sesungguhnya dan jadikanlah ia musuh. Tanamkan rasa tidak suka, benci dan permusuhan kepada syaithan, langkah-langkahnya serta sifat-sifatnya seperti dengki, iri, sombong, pembangkang dll.

يَبَنِى اَدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُوَرِيَهُمَا سَوْاَتِهِمَا اِنَّهُ يَرَىكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لَاتَرَوْنَهُمْ اِنَّاجَعَلْنَاالشَّيَاطِيْنَ اَوْلِيَاءَ لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Hai anak Adam [arahkan kata ini ke diri sendiri, seolah Allah berfirman Hai fulan [nama kita], jangan sekali-kali kamu [kita] benar-benar di tipu oleh syaithan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu [kita] dari surga, ia [syaithan] menanggalkan dari keduanya [adam dan Hawa] pakaiannya [telanjang/aib/rahasia] untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya [sesuatu yang kita tidak mau orang lain mengetahuinya]. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya [kelompok jin dan manusia] melihat kamu [kita] dari suatu tempat yang kamu [kita] tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami [Allah] telah menjadikan syaithan-syaithan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. [QS.al-A’raf:27]
“SADARILAH BAHWA SYAITHAN DAN PENGIKUT-PENGIKUTNYA MELIHAT KITA DI MANA SAJA, SEMENTARA KITA TIDAK DAPAT MELIHAT MEREKA, MAKA BERLINDUNGLAH KEPADA ZAT YANG MAHA MELIHAT, DAN KITAPUN TENANG DENGANNYA”

Bi [dengan,bersama,mengikutsertakan] ISMI [nama, zat,sifat,perbuatan] ini adalah kekuatan, kita lemah bila sendiri, tapi menjadi kuat ketika kita bersama ALLAH. بسم
Allah [tempat berlindung] karena IA maha Mampu/kuasa dan MAU melindungi, dan iman kita meyakini tidak ada perlindungan yang bisa melidungi kecuali perlindungan/pertolongan Allah Swt. الله
Maha PENGASIH dengan Rahmat-Nya. Ini membuat kita yakin karena Dia PASTI akan menolong/melindungi kita. الرحمن
Maha PENYAYANG. Kita YAKIN bahwa tidak ada yang menyayangi melebihi SAYANGNYA ALLAH SWT, termasuk orang tua, suami atau istri sekalipun. Kasih sayang dalam ayat ini tertuju kepada Zat-Nya yaitu ALLAH. الرحيم
Seraplah sebanyak-banyaknya nilai-nilai yang dikandung oleh dua asma tersebut yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim, tetapkanlah agar hati senantiasa berada dalam harapan agar mendapatkan dua asma di atas. Dan buatlah afirmasi [penegasan] untuk menebar kasih sayang dalam kehidupan. Man la yarham la yurham [siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan di sayang. Bertekadlah untuk menjadi penebar RAHMAT, AGAR MENDAPATKAN RAHMAT LEBIH BANYAK LAGI

Segala Puji. Sadari kita sedang memuji AL HAMID [Yang Maha Terpuji] yang pujian-Nya tidak tergantung kepada pujian makhluk, Ia tetap Terpuji walau tidak ada yang memuji, sementara manusia terpuji karena Tuhan memberi kita potensi dan kelebihan yang dengannya bila dioptimalkan dapat membuat kita terpuji, potensi tersebut adalah ASMA yang Tuhan titipkan dalam diri. Bertekadlah untuk senantiasa berbuat yang terbaik yang akan mengantarkan kita menjadi orang terpuji dalam pandangan Allah Swt. Fokuslah kepada pujian Allah, karena di dalamnya terkumpul pujian makhluk. Memuji Allah berarti: memuji Zat-Nya, Sifat-Nya dan Perbuatan-Nya. Suci zat-Nya, Mulia sifat-sifat-Nya dan Sempurna Perbuatan dan ketetapan-Nya. الحمد
Bagi.untuk, kepunyaan, milik. ل
Zat yang kepadanya kita mengarahkan segala bentuk ketaatan, loyalitas, harapan dan rasa takut الله
RABB yang mengatur, memelihara, mendidik, dan mengawasi ia adalah sifat Tuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan kita, kita bisa bernafas adalah bagian dari bentuk pemeliharaan Allah Swt yang melekat dalam diri kita, Al-Quran adalah panduan pemeliharaan Tuhan terhadap semesta alam. Peliharalah al-Quran niscaya Allah akan memelihara kita dengan cara-Nya. رب
Semesta alam, manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan benda-benda yang lain, alam dunia, alam barzakh, dan alam akhirat.
Allah kita puji karena KESEMPURNAANNYA DALAM MELAKUKAN PEMELIHARAAN TERHADAP SEMESTA ALAM. Teladanilah Tuhan dalam hal pemeliharaan. Ingin terpuji jadilah pemelihara terbaik [khalifah] العالمين

Dalam sebuah Hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: Allah Swt berfirman, Aku membagi Shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba apa yang dia minta. Ketika seorang hamba mengatakan alhamdulillahi rabbil ‘alamin [dalam shalat], maka Allah menjawab, Hamidani ‘abdi [hamba-Ku telah memuji-Ku]

Maha PENGASIH dan tidak pilih kasih, siapa saja mendapat kasih Tuhan di minta maupun tidak. Kita tidak pernah minta di beri mata sebelum lahir, tapi Allah beri kita mata, karena DIA maha TAHU sarana apa yang di butuhkan oleh manusia untuk mencapai tujuannya. Rasakan kasih Tuhan melalui mata yang Dia berikan. Ini sifat Tuhan dan Memelihara semesta alam, yang di landasi oleh kasih sayang. الرحمن
Maha PENYAYANG, Dia akan menyayangi siapa saja yang mengharapkan di sayang Tuhan, dan berbuat sesuai dengan harapnnya. Allah memberi kita aturan berupa AGAMA ISLAM karena DIA sayang kepada kita. Mau di sayang, amalkan ISLAM الرحيم
Ketika seorang hamba membaca ar-Rahmaani ar-Rahiim, maka Allah Swt menjawab, Atsna ‘alayya ‘abdi, [ hamba-Ku telah menyanjung-Ku]
Sadarilah bahwa bacaan al-Fatihah kita dalam shalat adalah DIALOG LANGSUNG KITA DENGAN ALLAH YANG MAHA SUCI, kesadaran ini akan membuat ayat demi ayat yang kita baca terasa nikmat, dan kita merasa Allah sedang MENATAP DAN MENJAWAB UCAPAN KITA. Nikmati dan hayatilah kedekatan hubungan ini.

Yang merajai, pemilik kerajaan, yang menguasaikan. Tataplah Allah dengan sejelas-jelasnya melalui sifat-Nya al-Maalik. Alihkan perhatian kepada diri kita yang sangat bergantung kepada Malik Allah, kita tidak mungkin bisa menyebut-Nya kalau bukan karena malik yang Tuhan anugerahkan kepada kita, syukurilah, dan mohonlah dalam hati agar beroleh tambahan malik itu. Doa “ya Maalikal maalik, tajalla lanaa bi sirri ismika al-maalik, hatta numlika nufusana” wahai pemilik kekuasaan, tampakkanlah dengan sejelas-jelasnya kepada kami rahasia nama-Mu al-Maalik, hingga kami mampu menguasai diri kami مالك
Hari yang telah ditetapkan oleh Allah يوم
Agama atau pembalasan. Pembalasan terhadap segala perbuatan manusia, dan tidak ada perbuatan kita yang luput dari pembalasan tersebut, [dialogkan ini dengan diri sendiri, kira-kira balasan kebaikankah yang kita dapat atau sebaliknya, lebih positif berfikir yang sebaliknya, karena ini akan mendorong seseorang untuk senantiasa memohon ampun, dan tidak pernah merasa dirinya suci, kecuali kalau zat yang Maha SUCI mensucikannya. الدين
Yang menguasai hari pembalasan. Setelah selesai membaca ayat ini maka Allah Swt akan menjawab; majjadani ‘abdi, hambaku telah mengagungkan Aku. Tentang apa hari pembalasan itu, bisa kita lihat dari surat al-infithaar ayat; 17-19. “dimana seseorang pada hari itu tidak memiliki kekuatan sedikitpun, dan urusan pada hari itu milik Allah. ayat ini menjelaskan tentang VISI kita sebagai mukmin yang jelas dan jauh ke depan, tidak hanya dalam hitungan tahun di dunia saja. مالك يوم الدين
Hanya Kepada, ايا
Engkau, fokuskan fikiran ketika menyebut huruf KA ini, karena yang dimaksud adalah Allah. Engkau adalah orang kedua, yang diajak bicara, sementara kita adalah orang pertama [yang berbicara] ini membantu menyadarkan kita bahwa kita sedang berdialog dengan ALLAH. tanamkanlah rasa bahwa kita adalah orang yang diajak bicara oleh Allah, karena ini akan sangat membantu hadirnya Hati dalam Shalat. ك
Kami menyembah, taat dan mengabdi. Kuatkan keyakinan ini bahwa kita tidak akan pernah taat dan mengabdikan diri kepada makhluk melebihi ketaatan dan pengabdian kita kepada Allah.INI ADALAH PRINSIP HIDUP. Prinsip yang akan membuat hidup kita punya arah yang jelas. Berprinsiplah kepada 99 asma al-Husna, niscaya kita akan menjadi orang yang kuat. Dan hidup kita akan penuh dengan makna. Karena ucapan, perbuatan, sikap serta loyalitas kita hanya kepada zat yang Maha Esa. Introspeksi diri kita, ketaatan apa saja yang sudah kita lakukan, dan bagaimana kualitas ibadah tersebut, hal ini penting karena berkaitan dengan permohon pertolongan. نعبد
Dan و
Hanya Kepada ايا
Engkau, sekali lagi hadirkan dengan sejelas-jelasnya makna kalimat ini dalam pikiran dan hati kita, sadari betul kalau kita sedang berkomunikasi dua arah dengan Allah Swt. ك
Kami mohon pertolongan. Mohon pertolongan dalam ayat ini ditempatkan sesudah menyembah, bila menyembah adalah kewajiban dan mohon pertolongan adalah hak, maka konsep al-fatihah mengajarkan kepada kita, bahwa kita harus mendahulukan kewajiban baru kemudian hak. Bandingkan antara kewajiban yang kita lakukan dengan hak yang kita minta dari Allah, berimbang dan adillah, dalam menuntut hak, karena Allah tidak akan mengingkari janji dan Allah tidak akan menzhalimi orang yang beribadah kepada-Nya. Pertahankan terus agar apa yang di ucapkan oleh lisan di mengerti dan di hayati oleh hati. Inilah yang tetap membuat ibadah itu nikmat. Ayat kelima ini berdasar hadits Qudsi diatas, Allah berfirman “Haza baini wa baina ‘abdi” ayat ini antara Aku dan hamba-Ku. Iyya ka na’budu adalah bagian Tuhan dan iyya ka nasta’in adalah bagian hamba. Dan bagian hamba adalah apa yang dia minta. نستعين

Bimbinglah, tuntunlah, tunjukkanlah, antarkanlah serta berilah hidayah. Ini adalah doa yang sangat bagus, yang merupakan bagian seorang hamba dari Allah. Di dalamnya terdapat permohonan yang sangat luar biasa, yang tidak akan di dapati oleh seseorang di dunia dan di akhirat yang lebih baik dari doa tersebut. Sebagaimana yang telah Allah karuniakan kepada Nabi Muhammad Saw, wa yahdiyaka shirathan mustaqiiman [dan Dia menunjukimu ke jalan yang lurus]. Kondisikanlah fikiran dan perasaan semaksimal mungkin, sehingga betul-betul sampai pada tingkat keikhlasan yang sempurna ketika memasuki ayat ini, serta ucapkanlah dengan penuh kesadaran dan pengharapan kepada Allah, yakinlah bahwa apa yang kita minta tersebut adalah sesuatu yang sangat agung, yang akan membawa kita kepada kebaikan dunia dan akhirat. Bayangkan betapa bahagianya bila kita mendapatkan apa yang kita minta dalam doa ini. Bukankah kita sangat mengharapkan hidayah, maka ini adalah permohonan agar diberi hidayah. Dengan hidayah tersebut kita menjalani kehidupan. Ini adalah doa penentu keselamatan seseorang di dunia dan di akhirat. Tidak ada orang yang selamat menjalani kehidupan tanpa hidayah Allah. اهد
Kami. Bentuk ukhuwwah dan kasih sayang seorang mukmin tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam shalatpun, minimal ketika membaca ayat ini, kita memperlihatkan betapa rasa persaudaraan tersebut tetap menyertai kita, dalam berdoa sekalipun. Kata kami dalam ayat ini seyogyanya menanggalkan sifat ego yang mungkin kita miliki. Kita tidak boleh mengganti kata tersebut dengan saya, meskipun kita shalat sendirian. Dalam kami tersebut ada orang lain, minimal keluarga. Kita ingin dapat hidayah, kita juga ingin seluruh keluarga mendapatkan dal yang sama. نا
Shirath adalah jalan yang lebar lagi lurus, yang menjamin siapapun yang melewatinya akan sampai ke tempat yang di tuju. Kata Shirath dalam al-Quran terulang sebanyak 45 kali dan seluruhnya dalam bentuk tunggal. Ini berati bahwa jalan kebenaran itu Cuma satu dan jangan pernah mencari jalan-jalan lain untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. Yakinlah dan bawalah keyakinan tersebut dalam kehidupan. Tidak ada cara yang dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan [yang sesungguhnya], kecuali jalan yang telah di tentukan oleh Allah Swt. Diantara jalan-jalan tersebut adalah:
Menyembah Allah Swt. [Ali-Imran:51 dan Maryam:36]
Berpegang teguh kepada Allah [Ali-Imran: 101]
Agama yang lurus [Al-an’am: 161]
Tidak musyrik [Al-An’am: 161]
Hanif /cendrung kepada kebaikan [Al-An’am: 161]
Al-Quran [Ibrahim: 1]
Orang-orang yang ikhlas [Al-hijr: 40-41]
Menyuruh kepada keadilan [An-Nahl: 76]
Bersyukur [An-Nahl: 121] الصراط
Al-Mustaqiem berarti yang lurus, konsistensi, istiqomah. Makna keseluruhan ayat ini memperlihatkan sebuah kepasrahan dan penyerahan diri secara totalitas, kepada mekanisme atau cara yang telah Allah tetapkan. Sekaligus mengakui dengan jujur akan ketidakmampuan manusia untuk menentukan cara yang tepat bagi dirinya. المستقيم

Jalan yang di minta dalam ayat ke 6 diatas, adalah Jalan yang benar-benar riil dan sudah terbukti mampu menyelesaikan segala persoalan dengan baik. 14 abad jalan tersebut di uji oleh zaman, dan semakin jelas bagi kita bahwa ini adalah jalan Tuhan, dan Pasti Benar. صراط
Orang-orang yang, الذين
Telah Engkau beri nikmat. Huruf TA dalam ayat ini adalah kata ganti orang kedua, yang berarti Engkau, yaitu Allah Swt.[hadirkanlah hati, karena kita sedang berdialog], dalam ayat ini dengan jelas disebutkan bahwa nikmat berasal dari Allah. انعمت
Atas mereka. Kenikmatan dalam membaca ayat ini, tidak bisa di pisahkan dengan pengetahuan pembacanya. Karena ayat ini adalah ayat sejarah. Sebesar apa pengetahuan kita kepada sejarah orang-orang yang telah Allah karuniai nikmat, akan berdampak kepada kejelasan apa yang sebenarnya kita minta. Pikiran dan hati kita akan membentuk suatu gambaran yang benar-benar nyata. Semakin nyata gambaran apa yang kita minta dan ia memenuhi pikiran dan hati pembacanya, maka semakin besar pula kemungkinan permohonan kita di kabulkan oleh Allah Swt. Di samping itu, ayat ini seyogyanya menjadi inspirasi bagi kita dalam melakukan segala sesuatu. Sekaligus ia akan menjadi control, apakah yang kita lakukan sesuai dengan yang di contohkan oleh orang-orang yang telah diberi nikmat. Orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini di jelaskan oleh Allah dalam al-Quran, diantaranya: “dan siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka mereka itu bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, yaitu para Nabi, shiddiqiin, para syuhada dan shalihin, mereka itulah sebaik-baik teman”[an-Nisa:69]. Intonasi dalam membaca ayat ini sebaiknya di rendahkan, karena ia berkaitan dengan permohonan akan nikmat. Menempatkan intonasi yang tepat dalam membaca al-Quran, dan disertai dengan pengetahuan serta penghayatan terhadap ayat akan sangat membantu untuk merasakan nikmatnya berdialog dengan al-Quran. Biarkanlah lisan berucap dengan ikhlas mengikuti pikiran dan hati, niscaya sentuhan ayat akan benar-benar nyata kita rasakan. Berlatihlah عليهم
Ghair secara bahasa berarti tidak, bukan dan selain. Ini adalah bentuk penolakan yang datang dari sebuah kesadaran bahwa yang kita harapkan adalah jalan nikmat dan bukan selainnya. Semakin kuat keinginan tersebut mewarnai pikiran dan hati kita, maka semakin kuat pula penolakan terhadap hal sebaliknya. Hayatilah dengan hati, dan berdoalah supaya bisa merasakan nikmatnya ayat ini. Mudah-mudahan berawal dari kenikmatan baca, akan membimbing kita untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih besar lagi. غير
Kalimat ini berasal dari kata Ghadhaba, marah, murka. Al-maghdhuub adalah kata benda, yang berarti yang di murkai/yang di marahi, ayat ini sengaja saya garis bawahi karena banyak yang kurang tepat dalam menterjemahkannya. Yang di murkai dalam ayat ini adalah orang Yahudi, yang mengerti akan kebenaran tetapi tidak beramal sesuai dengan pengetahuannya. Kemudian ulama tafsir memperluas maknanya sehingga menjadi orang yang di murkai adalah orang yang punya ilmu dan tidak beramal dengan ilmunya. Bisa jadi kita termasuk dalam kategori orang yang dimaksudkan oleh ayat ini. Mengarahkan makna ayat ini kedalam diri sendiri akan lebih berdampak positif, dimana secara psikologis minimal ketika baca ayat ini ada kesadaran diri dan keinginan untuk keluar dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan. المغضوب
Atas mereka, kembali pikiran kita tertuju kepada orang yang di murkai diatas, kalimat ini merupakan penekanan kembali. عليهم
Dan tidak [pula], ini ayat komitmen. Orang yang berkomitmen untuk menata hidupnya agar senantiasa berada dalam wilayah nikmat Allah, maka kebencian kepada hal-hal yang sebaliknya, dapat memudahkan perjalanannya mendapatkan apa yang di inginkan. Ucapkan dengan penuh kesadaran kalimat ini, dan tidak, sekali lagi tidak/bukan. ولا
Orang-orang yang sesat. Awalnya adalah orang nasrani. Sifat utama yang membuat mereka sesat adalah berbuat sesuatu tanpa ilmu. Sifat mereka ini bisa saja mempunyai kemiripan dengan kita. Sekali lagi seakan-akan Allah menyadarkan kita bahwa apa yang kita lakukan harus memiliki ilmu. Berilmu tapi tidak beramal, akan di murkai. Beramal dan tidak berilmu maka sesat. Kalau 17 kali sehari-semalam al-Fatihah dibaca dengan kesadaran seperti ini, niscaya akan memberikan efek yang luar biasa. Minimal semakin akan memperjelas prinsip, nilai, arah serta tujuan hidup seseorang yang membacanya. Keseluruhan ayat ke tujuh ini, membawa seorang yang membacanya kepada dua hal yang bertolak belakang, pertama berharap agar tergolong orang-orang yang di bimbing oleh Allah sehingga berada di jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat. Dan kedua terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dapat mengundang murka, dan juga selamat dari segala bentuk kesesatan. Bila pikiran dan emosi dilibatkan secara maksimal dalam membaca ayat ini maka akan menghasilkan kenikmatan yang luar biasa. Amin [kabulkanlah ya Allah]. ketika lisan mengucapkan amin, niscaya pikiran dan hati kita kembali tertuju kepada permohonan di atas. Nikmatilah ucapan amin tersebut, dan yakini bahwa Allah segera mengabulkan permohonan hamba-Nya, selama hamba betul-betul mengharapkannya. الضالين

October 14, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: