Jasdibahrun's Blog

Nikmatnya Al-Quran dengan pemahaman

Implementasi cinta Rasul


Implementasi Cinta Rasul

Salah satu sisi kesempurnaan Nabi Muhammad Saw yang banyak dibicarakan orang adalah Akhlak.Hal ini disebabkan karena predikat apapun yang disandangkan kepada beliau, pada akhirnya akan bermuara pada sosok kepribadian dan keagungan akhlaknya.Betapapun tingginya derajat seseorang ; betapapun luasnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya , jika semua itu tidak dipadupadankan dengan akhlak dan perilaku mulia , maka akan menyeret pemiliknya kepada kehinaan dan kesengsaraan.

Kesuksesan luar biasa besar yang ditorehkan Rasulullah saw tidak terlepas dari kisah sukses beliau dalam memerankan diri sebagai sosol manusia yang berakhlak mulia. .
Bila manusia benar-benar menginginkan kesempurnaan yang sesungguhnya niscaya tidak ada alasan untuk tidak meneladani nabi Muhammad Saw, atau dengan kata lain manusia tidak pernah mendapatkan kesempurnaan tersebut bila tidak meneladani Rasulullah Saw. Karena Allah Swt menyebutkan bahwa beliau adalah figur yang wajib di teladani [al Ahzab ayat 21 Dengan demikian bisa di pahami bila para sahabat begitu mencintai beliau karena mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri kesempurnaan tersebut.

Membicarakan tentang sosok nabi Muhammad Saw adalah ibarat murid yang sedang berbicara tentang guru yang amat dicintainya, atau ibarat seorang tentara yang sedang berbicara tentang komandan yang diagung-agungkannya. Seperti itulah yang harus kita lakukan.Yakni, ketika kita berbicara tentang sosok dan karakter Rasulullah Saw, kita harus beranjak dari rasa keimanan, kerinduan dan kecintaan kepada beliau.

Kehidupan beliau berawal dari seorang pengembala kambing, lalu menjadi pedagang manajer, komandan , pemberi fatwa , penceramah, pengajar, dan profesi-profesi lainnya yang semuanya itu menjadi suri teladan bagi sekalian umatnya.

Fase-fase dalam kehidupan Rasulullah Saw terpadu dan berkesinambungan sehingga menjalin sebuah kehidupan yang sangat sempurna. Kita tidak akan menemukan kehidupan seseorang yang sesempurna kehidupan beliau. Nabi Muhammad Saw bukan hanya manusia sempurna yang tidak ada cacat, tetapi iapun menginginkan dan menebarkan kesempurnaan tersebut kepada umat manusia umumnya dan umat Islam khususnya. Sehingga bila umatnya ditimpa kesulitan dan kesukaran beliau adalah orang pertama yang merasakannya.Hal ini dapat kita temukan dalam firman Allah Swt;

“ Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaummu sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan [ keimanan dan keselamatan ] bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.{ At taubah 128 }”
.
Dari ayat diatas paling tidak kita temukan ada tiga hal penting yang senantiasa menyertai Rasul : Pertama, ‘Aziizun ‘alaihi ma ‘anittum.Terasa berat olehnya apa-apa yang menimpa kalian berupa kesulitan, kesukaran dan penderitaan. Nabi Muhammad Saw lebih banyak menangis karena memikirkan umatnya bukan karena dirinya sendiri. Ketika Rasulullah Saw berkata kepada Ibnu Mas’ud “ Bacakanlah kepadaku.” Ibnu Mas’ud berkata “ kemudian aku mulai membaca surat An Nisa dan ketika sampai ayat : “ maka bagaimanakah { halnya orang-orang kafir nanti } apabila Kami mendatangkan seseorang saksi {Rasul} dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu {Muhammad } sebagai saksi atas mereka itu {sebagai umatmu}. An Nisa: 41. Aku melihat kedua matanya berlinang lalu Nabi berkata kepadaku “ Cukup “.

Kepekaan Nabi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umatnya menghasilkan ilmu dan pengalaman , yang kemudian turut memberikan sumbangan yang tidak sedikit bagi kebijaksanaan dan kesempurnaan diri Nabi. Dari sini dapat kita pahami bahwa semakin banyak kita berinteraksi aktif dengan orang lain, dengan latar belakang , sifat dan karakter , tingkat pengetahuan , status social , persoalan dan bahkan usia yang berbeda akan menjadikan kita orang yang memiliki pengetahuan , pengalaman, kepekaan , kesabaran , kebijaksanaan , serta dihormati dan dicintai orang lain
.
Dari berbagai fase kehidupan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad Saw, dapat kita simpulkan bahwa beliau tidak hanya berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, bahkan beliau berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda termasuk juga binatang ternak. Bukankah profesi awal Nabi sebagai gembala , yang menghasilkan rasa tanggung jawab. Binatang ternak tidak dapat membedakan antara padi dan ilalang, yang boleh dimakan dan yang tidak. Gembalalah yang harus mengendalikan gembalaannya. Rasulullah Saw bersabda “ Setiap kalian adalah gembala dan bertanggung jawab terhadap gembalaannya “. Hasil lainnya dari pengalaman beliau sebagai gembala adalah lahirnya rasa kasih sayang terhadap binatang umumnya dan binatang ternak khususnya. Hal ini dapat kita lihat dari hadits beliau tentang penyembelihan , dimana salah satu syarat penyembelihan adalah dengan benda yang tajam . Hal-hal tersebut diatas merupakan sekelumit contoh “ Penampakan sifat dan sikap Nabi sebagai Rahmatan lil ‘alamin “. Kehadiran Nabi Muhammad bukan hanya menjadi rahmat bagi manusia, melainkan bagi semesta alam.

Kedua. Harishun ‘alaikum, [ sangat menginginkan terhadap kalian keimanan dan keselamatan ] Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan keseluruhan hidup Rasul dengan segala bentuk usaha dan perjuangannya semata-mata hanya untuk memperjuangkan keimanan dan keselamatan umat manusia. Bahkan hingga menjelang detik-detik terakhir kehidupan beliau . Keinginan tersebut tidak disimpan dalam angan-angan semata, melainkan direalisasikan dalam dalam ucapan, sikap dan perbuatan beliau, meskipun untuk itu harus mengorbankan segala-galanya. Motivasi apakah yang membuat Nabi begitu gigihnya memperjuangkan keimanan dan keselamatan umatnya. Dengan bahasa singkat dapat dikatakan bahwa motivasinya adalah “ Cinta “. Cinta seorang Nabi dan Rasul kepada umatnya.

Erich Fromm, murid kesayangan Sigmund Freud, menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu :
1. Care [ perhatian ] .Kecintaan Rasul kepada umatnya terbukti telah melahirkan perhatian yang luar biasa. Perhatiannya kepada umat melebihi dari yang lainnya. Bahkan bisa dikatakan bahwa perhatian yang diterima umat dari Rasul lebih besar dari perhatian orang tua kepada anak dan bahkan perhatian terhadap diri sendiri.
2. Responsibility [ tanggungjawab ] .Tidak ada yang meragukan akan tanggung jawab Nabi Muhammad Saw terhadap umatnya. Karena realitas sejarah tidak bisa dibantah dan diubah. Tidak ada dan tidak akan pernah ada manusia yang menyamai tanggung jawab Nabi .
3. Respect [ hormat ] Nabi bukan hanya hormat kepada umat bahkan mengajarkan agar umatnya saling hormat menghormati antara satu dengan yang lain. Beliau adalah orang yang paling hormat kepada yang lebih tua dan menyayangi yang lebih kecil.
4. Knowledge [ pengetahuan ] . Tidak mungkin masyarakat Arab yang jahiliyah ketika itu bisa diubah dalam waktu yang relative singkat kurang lebih 23 tahun, tanpa izin dan pertolongan Allah di satu sisi, dan kemampuan Nabi di sisi lain, yang salah satunya adalah pengetahuannya terhadap umat. Ketika ia berbicara dengan Abu Zar Al-Ghifari Nabi banyak menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan akhlak, berbeda halnya bila beliau berbicara dengan sahabat yang lain ini disebabkan karena beliau tahu persis dengan siapa dia berbicara .

Tidak ada uraian yang bisa menguraikan secara sempurna bagaimana hakikatnya kecintaan Nabi terhadap umat, tidak ada ukuran yang bisa mengukurnya dan juga tidak ada rasa yang bisa merasakannya.

Ketiga: Bil mukminiin raufun rahiim [terhadap orang-orang mukmin amat belas kasihan lagi penyayang ] . Bila kalian lapar aku adalah orang pertama yang merasakannya, namun bila kalian kenyang biarlah aku orang terakhir yang merasakannya. [ Hadits ]. Hadits ini merupakan salah satu bukti belas kasih Nabi.

Merasakan bagaimana penderitaan umat, sangat menginginkan akan keimanan dan keselamatan serta belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman adalah kesimpulan sederhana dari firman Allah surat at taubah diatas.
Kalau ada orang yang turut merasakan penderitaan kita, menginginkan keselamatan , belas kasih dan sayang terhadap kita , bagaimanakah sikap kita kepadanya ? . Jika saja manusia biasa yang berbuat demikian kepada kita, kemudian kita berbuat baik , mencintai dan mendo’akannya apatah lagi kepada Nabi Muhammad Saw , yang telah memperjuangkan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi umatnya.Sudahkah kita memperlakukan Rasul sebagaimana seharusnya.

Penunaian Yang Sempurna.
Nabi Muhammad Saw hidup bersama kita, dan kita sangat mencintainya. Beliau hadir dalam batin kita sebagai orang yang agung, dalam hati kita sebagai orang yang penuh kasih, dalam pandangan kita sebagai seorang pemimpin serta dalam pendengaran kita sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan [ At taubah : 33 ].Ia memang seorang manusia tapi tidak seperti manusia umumnya. Ia meramu semua keutamaan yang di miliki oleh seluruh umat manusia. Tentang budi pekerti beliau Al Qalam:4 tentang keramahan dan kesantunannya Ali Imran 159. Nabi Muhammad Saw datang untuk membebaskan manusia dari berbagai macam bentuk kejahiliyahan, Ia membebaskan umat manusia dengan La Ilaha illa Allah. Rasul membebaskan orang Arab dari budaya pembunuhan, perampasan hak milik, fitnah dan perampokan, menjadi umat yang berbudayakan kebersamaan, persaudaraan, kejernihan nalar dan hati, serta kasih sayang. Ali Imran 103.Tentang apakah mereka saling beranya-tanya tentang berita besar An Naba 1-2. Berita besar itu adalah diutusnya Nabi Muhammad Saw untuk memegang kendali kepemimpinan dunia. Ada sepuluh rahasia sukses Nabi. Kesepuluh rahasia tersebut adalah:

1. Tauhid, Kunci pertama dan yang paling utama dari kesuksesan Rasulullah Saw adalah tauhid yang murni. Dakwah yang di lakukannya tidak mendapat tempat dan penerimaan yang sebaik-baiknya dari umat kecuali jika mendirikannya diatas pondasi tauhid yang murni. Jadi sebelum nabi mengajak kepada akhlak yang terpuji.sebelum berbicara tentang pendidikan, etika, ekonomi dan sebagainya terlebih dahulu nabi berbicara tentang tauhid . Rasul selalu membawa tauhid ini kapan dan kemanapun beliau pergi. Suatu kali seorang Arab badui datang kepada nabi, agar diajarkan kepadanya tata cara wudhu dan etika makan minum. Nabi ketika itu bukannya mengajrakan itu melainkan mengajarkan tauhid dengan mengatakan. “Ucapkanlah La ilaha illallah.Rasulullah berkata kepada Hushain ibn Ubaid “Wahai Hushain berapa [tuhan] yang kamu sembah? Hushain menjawab, “tujuh” Rasul berkata lagi di manakah mereka, Hushain berkata, “enam di bumi dan satu lagi di langit.”Diantara yang tujuh itu, siapakah yang paling engkau cintai sekaligus engkau takuti.Tanya beliau kemudian. Hushain menjawab, “yang ada di langit.”Maka Rasul Saw bersabda, jika demikian, maka tinggalkanlah semua tuhanmu yang ada di bumi dan sembahlah tuhanmu yang ada di langit. Inilah factor utama kesuksesan dakwah nabi atas izin Allah Swt. Oleh Karena itu inilah persoalan besar kita, yaitu meluruskan dan memurnikan aqidah umat manusia. Islam tidak mengenal Talfiq [pencampur-adukan] dan musamahah [toleransi] dalam hal aqidah. Dakwah yang di dasarkan atas kedua racun ini tidak pernah berhasil.

2. Semangat yang membaja {thumuh} Rasulullah Saw ikut menggali parit di sekeliling Madinah saat dikepung oleh pasukan orang-orang kafir [Ahzab]. Padahal, waktu itu beliau amat lapar sehingga untuk menahan rasa laparnya itu, beliau mengikatkan dua butir batu diperutnya. Ketika itu beliau mengucapkan “Aku melihat istana-istana Kisra dan Kaisar, Allah akan menaklukannya bagiku, “ . Sebuah ucapan yang membuat orang-orang munafiq menjadi tertawa mendengarnya.Firman Allah Al Ahzab 33:12. 25 tahun kemudian Sa’ad ibn Abi Waqash memasuki istana Kisra dan singgasananya sambil mengumandangkan kalimat Takbir.Bukankah itu sebuah semangat besar yang kamudian berbuah kesuksesan dan kemenangan. Kepada para sahabat Rasul pernah bersabda “Seluruh pelosok bumi ini ditampakkan kepadaku sehingga aku dapat melihat setiap sudutnya, bsik yang di barat maupun yang di timur. Dan sesungguhnya umatku menguasai apa yang aku lihat itu [HR. Muslim, 2889 dalam kitab Al Fitan bab Halak hazihi ummah.
3. Memiliki komitmen dan keteguhan {Tsabat} Nabi Muhammad Saw tidak pernah bernegosiasi dengan haawa nafsu dan tidak pernah bermain-main dalam menegakkan ajarannya. Jadi, diantara rahasia kemenangan dan kesuksesan rasul adalah komitmen [istiqomah] memegang prinsip. Diriwayatkan bahwa orang-orang jahiliyah datang kepada Rasulullah Saw lalu berkata: Wahai Muhammad, Sungguh Engkau telah menghina tuhan-tuhan kami Jika engkau menginginkan kekuasaan kami memberimu kekuasaan. Jika engkau menginginkan istri, kami akan mencarikan seorang wanita paling cantik untukmu, dan jika engkau menginginkan harta, kami akan memberimu harta Setelah mereka berhenti berbicara, Rasul Saw berkata, “sudah cukupkah pembicaraan kalian? Mereka menjawabYa, kemudian beliau berkata lagi “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, aku tidak akan meninggalkannya sampai aku berhasil atau aku mati karenanya. Inilah keteguhan memegang prinsip yang senantiasa di pedomani oleh Rasul Saw. Beliau tidak senang kecuali jika agama ini telah terpancang dengan sempurna di muka bumi, atau lebih baik mati dalam rangka membelanya.

4. Mengenyampingkan kenikmatan dunia. Allah Swt berfirman “Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikan {Al Qur’an} {al An’am:90] Yang aku ingin hanyalah kalimat La ilaha illallah tegak dan meraih kemenangan.

5. Rela berkorban dan berjuang sekuat tenaga. Allah Swt berfirman , “ Wahai orang yang berselimut { Muhammad ), bangunlah [ untuk shalat ] di malam hari, kecuali sedikit [ al Muzammil 1-2] Maka Rasul Saw selalu terjaga . Malam-malamnya selalu penuh dengan air mata dan kekhusyu’an dalam shalat malam, sementara siangnya penuh dengan puasa dan jihad, perjuangan dan pengorbanan .Meskipun harga dirinya di injak-injak , jasadnya dilukai , risalahnya dihina , beliau tetap tegar berjuang dan berkorban tanpa henti. Darah, airmata, waktu dan harta bendanya beliau korbankan demi perjuangan. Ketika punggungnya berdarah di lempari oleh kaumnya sendiri, beliau berkata, “Ya Allah, ampunilah berilah petunjuk kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak [belum] mengetahui. Waktu itu Malaikat Jibril datang kepada Rasul dan berkata, “Izinkanlah aku untuk menimpakan gunung Akhsyabiin itu kepada orang-orang kafir Quraisy. Rasulullah Saw bersabda , “ Jangan . Sesungguhnya aku berharap mudah-mudahan Allah melahirkan dari mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu. Allah mengabulkan do’a beliau. Dari keturunan Abu Jahal Allah Swt mengeluarkan Ikrimah, dan dari keturunan Walid mengeluarkan Al Khalid.Dari mereka yang telah mati hatinya Allah melahirkan orang-orang yang berhati hidup, sebagaimana firman-Nya “ Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati , dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup { Ali Imran : 27 }

6. Menjadikan Ibadah sebagai Bekal Perjuangan. Ibadah adalah bekal dan kekuatan bagi seorang mukmin yang menjadikan kata-katanya hangat, jujur, murni, serta meresap kedalam hati.Kata-kata kebenaran tidak pernah mati kecuali pada manusia yang telah mati hatinya .Kebenaran tidak akan mati dimuka bumi kecuali ketika para pengusungnya “mati” dalam ketamakan dan nafsu syahwat. Kata-kata benar dari mulut orang yang telah mati hatinya tidak membuahkan apa-apa.

7. Menempuh Methode yang benar dan tepat. Dakwah yang dilakukan oleh Rasul adalah gerakan yang penuh berkah, gerakan yang moderat, terpadu, terkendali, berkesinambungan dan jauh dari unsure ekstrimisme, Ekstrimisme bukanlah sifat gerakan dakwah Islam Mungkin ada beberapa elemen dakwah yang memperagakannya namun itu harus dikembalikan kepada para aktornya , bukan sifat dan watak dasar dakwah Islam itu sendiri. Gerakan dakwah Islam adalah gerakan yang terukur dan terkendali oleh nalar yang sehat serta dirajut dengan aturan dan norma-norma yang telah digariskan oleh Al Qur’an dan Sunnah. Gerakan dakwah Islam berinteraksi dengan realitas, penuh pertimbangan dan kebijaksanaan.

8. Mengamalkan sendiri yang didakwahkan. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda, “Mulailah dari diri sendiri”. Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan Nabi adalah memulai segala sesuatu dari diri sendiri. Allah Swt memberikan teguran kepada Bani Israil yang hanya pintar bermain kata-kata, serta pasih berbicara tanpa kerja nyata,“Mengapa kalian menyuruh manusia mengerjakan kebaikan sementara melupakan diri sendiri padahal kalian membaca Al-kitab {Taurat}, Apakah kalian tidak berpikir. [Al baqarah: 44]. Mengapa kalian mengajarkan nilai-nilai keutamaan kepada manusia, sedang kalian berkubang dalam kehinaan. Mengapa kalian mengajarkan kedisiplinan, sedangkan kalian sendiri adalah pelanggar hokum. Mengapa kalian m enyuruh orang untuk berkorban sementara kalian sendiri tidak melakukannya. Mengapa kalian bicara tentang keberanian sedang kalian penakut.

9. Proporsional dalam Memanfaatkan Potensi. Rasulullah Saw dekat dengan semua sahabatnya. Beliau tahu potensi dan kemampuan masing-masing. Mereka diarahkan pada tempat yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Abu Bakar adalah sahabat yang mempunyai kemampuan dalam hal kepemimpinan dan punya kecakapan dalam hal managerial. Rasul mengisyaratkan bahwa dialah yang ditunjuk sebagai khalifah sepeninggalan beliau. Umar bin Khattab adalah sahabat yang cerdas, tangkas, dan kuat fisiknya. Maka beliau mempercayakan kepadanya urusan administrasi dan militer. Sedang Mu’az disebut Rasulullah Saw sebagai, “Orang di antara kalian yang paling tahu tentang halal dan haram”.

10. Menjanjikan Surga dan Ridha Allah. Inilah imbalan sejati dari perjuangan dan pen gorbanan. Imbalan apapun selain ini adalah imbalan yang teramat murah, tidak setimpal dengan pengorbanan dan perjuangan yang diberikan. Pola pendidikan yang menawarkan hadiah atau imbalan materi semata hanya menghasilkan generasi yang materialis-kepitalis. Memang, kita sepakat bila dalam rangka membangkitkan semangat perlu adanya hadiah atau imbalan materi. Akan tetapi hal itu jangan sampai memalingkan dari tujuan utama, yakni meraih ridha Allah.

October 23, 2010 - Posted by | Uncategorized

1 Comment »

  1. SUBBHANALLAH semoga kita menjadi umat nabi MUHAMMAD saw yang plg beruntung.AMIN……

    Comment by masda hanafiah | October 25, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: